alon-alon

Nasihat Orang Tua

Alon-alon waton kelakon. Pernah mendengar pepatah Jawa ini? Jika belum, anggap saja tulisan ini sebagai perkenalan. Nah, banyak orang yang salah kaprah dengan arti dari pepatah ini sehingga tidak dianggap relevan lagi dengan kondisi sekarang ini. Banyak orang-orang yang secara harafiah mengartikan pepatah ini sebagai, biar lambat asal selamat (terlaksana). Tapi jika kita mendalami salah satu prinsip orang Jawa ini, ternyata artinya bisa berguna bagi kita dalam pekerjaan, apapun yang kita lakukan.

Untuk membahas pepatah ini, ada baiknya kita membagi menjadi tiga kata; pertama alon-alon, kedua waton dan ketiga adalah kata kelakon.

Berdasarkan penelusuran sumber yang dilakukan oleh penulis, kata alon-alon memang memiliki arti yang kita semua ketahui hingga kini, pelan-pelan, tapi memiliki value yang jauh lebih dalam. Arti kata pelan-pelan yang dimaksud dalam falsafah ini adalah tidak tergesa-gesa, hati-hati, cermat dan tidak ceroboh. Jika pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan dengan tenggat waktu, menurut kata ini harus dilakukan dengan teliti hingga bisa selesai pada waktunya.

Kata waton sendiri berasal dari kata watu (batu) yang biasa digunakan sebagai dasar atau pondasi sebuah bangunan. Sehingga arti kata waton dalam pepatah Jawa ini adalah bahwa setiap pekerjaan atau suatu pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki dasar (dasar hukumnya). Menurut pepatah ini, sebuah pekerjaan harus sesuai dengan dasar hukumnya, baik itu undang-undang sampai pada visi atau misi sebuah organisasi atau pribadi. Pepatah ini tidak mengajarkan untuk bekerja tanpa ada dasar yang jelas. Hanya berdasarkan intuisi atau perkiraan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tentu jika pekerjaan tersebut dilakukan tanpa dasar, maka hasilnya pun tidak akan maksimal, bukan?

Ketiga adalah kelakon (terlaksana). Setiap pekerjaan hasil akhirnya adalah selesai tepat waktu tanpa adanya kesalahan yang signifikan. Kata ini mengajarkan kita bahwa hasil akhir sebuah pekerjaan adalah selesai dan bukan hanya prosesnya. Sepanjang apapun prosesnya, tetap yang dinilai adalah sebuah pekerjaan selesai tepat pada waktunya.

Pepatah Jawa alon-alon waton kelakon pada dasarnya tidak mengajarkan insan manusia untuk berlambat-lambat atau santai dalam menjalani suatu pekerjaan atau peran yang sedang dijalaninya, namun lebih kepada bagaimana suatu pekerjaan atau peran dalam hidup seseorang bisa terlaksana tanpa adanya sebuah kesalahan yang berarti. Jadi apakah relevan atau tidaknya pepatah Jawa ini dalam kehidupan modern saat ini yang mengedapankan sebuah sistem atau cara atau karakter kerja yang efisien, hanya kita yang bisa menjawabnya.