wp2

Pagelaran Wayang Kulit Betawi

Sabtu, 30 Desember 2017, Tidar Heritage Foundation (THF) menggelar pertunjukan wayang kulit Betawi di depan pintu masuk Bekasi Power, Cikarang. Gelaran wayang kulit ini merupakan aktifitas penutup tahun THF sekaligus sebagai ucapan syukur atas tahun yang berlalu dan mohon kelancaran untuk segala usaha di tahun 2018 dengan mengusung tema Melalui Budaya kita Bersama-sama Belajar, Bekerja dan Berbagi.

Gelaran Wayang Kulit Betawi ini adalah penutup rangkaian kegiatan sedekah bumi yang didahului dengan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhwan untuk melakukan doa bersama dan bakti sosial bersama anak yatim di Ponpes tersebut. Dalam sambutannya Ustadz Abdul Kohar selaku pimpinan Ponpes Al Ikhwan mengatakan bahwa pentingnya berdoa dan berbagi kepada anak yatim agar segala maksud yang hendak dituju bisa tercapai. Sementara dalam kesempatan yang sama, Ustadz Farhan salah satu tokoh masyarakat di kecamatan Lubang Buaya yang hadir pada saat itu, mengingatkan kepada para hadirin tentang pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap perilaku manusia Indonesia.

Sejalan dengan tema Melalui Budaya Kita Bersama-sama Belajar, Bekerja dan Berbagi, THF menutup kegiatan dengan menggelar kebudayaan yang lekat dengan masyarakat Cikarang, Wayang Kulit Betawi. THF mempercayakan maksud ini kepada Dalang Karto Wijaya, pimpinan Warisan Pusaka Jaya Group asal kecamatan Tambelang untuk membawakan lakon Bumi Loka yang sesuai dengan maksud sedekah bumi.

wp

“Sedekah bumi adalah hal yang wajar, ketika manusia ingin mengapresiasi berkah yang telah diperoleh. Sesuai dengan tema yang kami angkat, kami berbagi melalui pagelaran budaya. Karena kami mengadakan di Cikarang, maka itu kami menggelar pagelaran wayang kulit Betawi ini,ā€ ungkap Agung koordinator THF, ā€œselain melalui pagelaran wayang kulit ini, kami juga memberikan santunan kepada anak yatim dan berdoa bersama mereka sesuai dengan kepercayaan mereka,ā€ tambahnya.

Tanpa memungut biaya dan undangan khusus, pertunjukan wayang kulit Betawi ini digelar untuk siapa saja yang ingin menikmati pagelaran wayang kulit malam itu.