Betapa beruntungnya kita boleh hidup di Indonesia, sebuah negara yang kaya. Bukan hanya kekayaan alamnya yang membuat bangsa Hindia Belanda mengeruk untuk dijadikan modal perang. Namun juga kekayaan heritage yang merupakan warisan leluhur bangsa dalam bentuk fisik dan non-fisik.

Kekayaan warisan leluhur bangsa ini adalah sebuah informasi tentang sejarah bangsa sesuai dengan jamannya. Sesuai dengan namanya, informasi, kekayaan warisan leluhur Indonesia mencatat sejarah terbentuknya bangsa Indonesia hingga saat ini. Indonesia adalah bagian dari dunia, sehingga sejarah Indonesia merupakan juga sejarah terbentuknya dunia hingga saat ini. Semua warisan ini masih ada hingga kini, mulai dari yang berbentuk fisik seperti candi, situs purbakala, fosil, peninggalan tokoh penting bangsa, dan lain sebagainya. Ada juga yang berbentuk non fisik seperti, tradisi, seni pertunjukan, ekspresi lisan, kebijakan lokal, dan lain sebagainya.

Mengutip salah satu bapak bangsa ini, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, sudah pantas dan selayaknya warisan leluhur bangsa ini mendapat perhatian khusus agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi setiap orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai sebuah organisasi internasional telah membuat sebuah program yang memfokuskan diri dalam pelestarian warisan leluhur ini. Melalui salah satu badannya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization – UNESCO) telah membuat program World Heritage Sites. Program ini berfungsi untuk melestarikan dan menjaga situs warisan budaya dan alam yang terdapat di berbagai negara di dunia.

Saat ini sudah terdapat empat warisan budaya Indonesia yang masuk dalam program ini, Komplek Candi Borobudur, Komplek Candi Prambanan, Sistem Irigasi Subak di Bali dan situs purbakala Sangiran. Sementara itu ada tiga warisan alam dari Indonesia yang sudah tercatat di program World Heritage Sites ini, Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Lorentz di Papua dan Taman Nasional Ujung Kulon di Banten.

Hari ini, 18 April, seluruh dunia merayakan World Heritage Day (WHD). Seluruh umat manusia diajak untuk menyadari bahwa seluruh umat manusia merupakan bagian dari sejarahnya. Mulai dari sejarah individu yang merupakan bagian dari terbentuknya dunia hingga saat ini. WHD adalah sebuah momen untuk menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan nilai budaya. Nilai-nilai yang hadir dari kerja keras para leluhur yang membentuk bangsa Indonesia hingga saat ini. WHD juga mengingatkan kita sebagai bagian dari insan budaya dunia untuk ikut serta dalam pelestarian warisan leluhur. Minimal dengan menjaga warisan leluhur yang sudah tercatat dalam UNESCO seperti yang disebutkan di atas.

Selamat memperingatai World Heritage Day 2018.

 

Tidar Heritage Foundation adalah sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa dan memiliki visi menjalin persaudaraan antar sesama manusia, menjembatani perbedaan untuk terciptanya perdamaian dan keharmonisan.