World Heritage Day (WHD), yang diperingati tanggal 18 April setiap tahunnya adalah sebuah momen dimana setiap manusia diajak untuk menikmati kebudayaan dunia dengan tujuan untuk menyadari betapa pentingnya nilai-nilai budaya yang dimiliki setiap kebudayaan sebagai bagian dari sejarah panjang terbentuknya dunia hingga saat ini. WHD juga merupakan sebuah program untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian nilai budaya dan alam yang termanifestasi dalam bangunan bersejarah dan kekayaan alam yang diwariskan oleh leluhur agar memberikan manfaat bagi masyarakat dunia. WHD mengingatkan bahwa selain warisan dunia yang tercatat dalam UNESCO, sudah menjadi tugas setiap insan peradaban untuk menjaga kelestarian budaya minimal yang melekat dekat dengan pribadinya.

Budaya keseharian
Setiap hari manusia hidup dan menjalani hidupnya berdasarkan akar budaya yang melekat di dirinya. Budaya yang dimaksud disini tidak terbatas pada budaya yang bersifat dapat dilihat/dinikmati. Namun lebih kepada perilaku hidup yang diajarkan oleh masing-masing kebudayaan. Sebagian besar tradisi masyarakat Indonesia mengenal perilaku cium tangan kepada orang yang lebih tua atau orang yang dihormati; anak kepada orang tua, istri kepada suami, mantu kepada mertua, murid kepada guru dan lain-lain. Selain mengekspresikan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau dihormati, kebiasaan ini juga turut melestarikan tradisi cium tangan mulai sejak kanak-kanak.

Ada kebiasaan yang lebih spesifik lagi, misalnya bahasa atau dialek. Keberagaman suku bangsa di Indonesia melahirkan beragamnya bahasa daerah yang menambah kekayaan budaya bangsa ini. Momen Sumpah Pemuda 1928 dengan semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, mengikrarkan  Bahasa Indonesia menjadi yang utama tanpa menghilangkan bahasa daerah. Hingga kini bahasa daerah masih terdengar dalam beberapa kesempatan, terutama acara adat. Pernikahan adat suku Batak masih seluruhnya menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar selama acara berlangsung. Demikian juga dengan pernikahan adat suku Jawa yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantarnya dan acara adat suku lainnya yang masih banyak menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantarnya.

Hasil kebudayaan yang masih dijaga kelestariannya hingga saat ini adalah agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bisa tetap lestari karena ritual yang menjadi aktivitas utama dan dijalankan oleh pemeluknya. Selain ritual, merayakan hari besar keagamaan juga merupakan sebab mengapa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia ini tetap lestari dan hidup berdampingan satu sama lain.

Tradisi dan nilai-nilai budaya telah melalui perjalanan panjang sejarah umat manusia, khususnya bangsa Indonesia hingga eksistensinya saat ini. Eksistensi masing-masing tradisi dan nilai budaya ini memunculkan keberagaman yang tidak bisa terelakkan dan bertemu dalam ruang subjektif masing-masing. Hal ini menjadi positif jika keberagaman dianggap sebagai sumber informasi untuk memperkaya masing-masing individu untuk bersama melestarikannya. Atau sebaliknya, keberagaman menjadi perdebatan tentang yang mana yang lebih baik.

World Heritage Day bukan sekedar seremonial
WHD menjadi pengingat betapa pentingnya akar budaya dalam pembentukan sejarah umat manusia dan upaya pelestariannya menjadi suatu pekerjaan rumah yang terus berevolusi sesuai dengan perkembangan dunia itu sendiri. WHD juga menjadi pengingat bahwa semua tradisi dan nilai budaya bangsa merupakan penyokong bagi berdirinya sebuah bangsa bernama Indonesia.

Atraksi-atraksi budaya, wisata budaya atau napak tilas yang dilakukan oleh penyelenggara untuk memperingati WHD merupakan salah satu cara untuk merayakan momen satu tahunan ini. Namun dalam ruang yang lebih private, bangsa Indonesia selayaknya memiliki cara untuk merayakan warisan leluhur bangsa dengan hidup sesuai dengan akar budaya masing-masing yang sudah hidup berdampingan sekian lama dalam keberagaman. Sehingga Bhinneka Tunggal Ika menjadi semakin nyata dan tidak menjadi slogan belaka.

 

 

Tidar Heritage Foundation adalah sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa dan memiliki visi menjalin persaudaraan antar sesama manusia, menjembatani perbedaan untuk terciptanya perdamaian dan keharmonisan.

 

sumber banner: colours.id